Selasa, 11 November 2014

Kuatmu Begitu Indah

   Senyumanmu kokoh dan tiada yang menandingi saat kau terjatuh. Kehidupanmu yang tak pernah semulus sutra selalu kau lembutkan dengan sabarnya hatimu. Keyakinanmu untuk membahagiakan diriku tak pernah luput, hanya satu tujuanmu akulah harus sempurna. Kau merasakan kejamnya dunia dan kau tak pernah merasakan hangatnya kasih sayang. Kau pahlawan yang tak pernah terkenal di kalangan dunia. Kau selalu menjalankan kesusahanmu sendiri tanpa menoleh keatas, kau selalu menatap kebawah disanalah rasa bersyukurmu selalu ada. Tanpa pernah kau merasa lelah saat menjalani pekerjaan yang menyusahkan tubuhmu. Kau tak kenal lelah yang kau kenali adalah membahagiakan seseorang. Kau tak pernah pandang musim apa saat ini dan nanti, yang terpenting adalah kau selalu meneduhkan jiwaku dari kesusahan dan kedukaan.
   Mungkin namamu tak pernah terdengar di dunia. Dunia tak pernah tahu siapa dirimu dan apakah kau pahlawan? Dirimu memang tak terkenal di kalangan dunia tapi ku yakin dunia pasti memahami apa itu IBU:). Sosok dimana semua mata telah mengetahui perjuangan seorang Ibu. Lekukan mata yang ku pandang semakin berkerut akibat pekerjaan yang tidak ada waktu liburnya iya "membahagiakanku".
   Kini aku belum memiliki secuil harta untuk menyicil sebuah menara kebahagiaan. Ibu hanya menungguku saat kelakku sukses Ibu hanya menunggu aku takkan mengalami goncangan hidup seperti Ibuku. Andai Ayahku tak sekasar itu mungkin Ibu hanya menimangku saja dirumah tanpa harus membanting tulang untuk membahagiakanku. Berapa banyak mulut yang sering menghinaku karna diriku menjadi dewasa tanpa seorang Ayah. Berapa banyak kata aku dianggap berantakan pada mereka yang selalu menyinyiri takdirku ?. Bukankah tuhan sudah memberikan porsi masing-masing kebahagiaan pada umatnya ?
   Kini yang ku tahu hanya membahagiakan Nyonya besarku kelak, dia di belakang layar layaknya sutradara dan aku pemain yang menjalani kehidupan dan Ibu memelukku dalam doa setiap waktu. Ibu tak pernah melupakan diriku tapi apa diriku ? Sering beranggapan bahwa Ibu tak pernah membuatku bahagia. Padahal selama ini cukup Ibu yang kuat menjadi tempat teduhanku dan Kuatmu begitu indah mamah :") {}. Terimakasih tuhan sudah memberikan porsi pekerjaan Ibuku hingga bisa menyentuh kesuksesan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar