Selasa, 15 April 2014

sudah tak terlena lagi

   Yang ku tau kamu memiliki sifat kepedulian yang tinggi, yang ku tau kamu memiliki sifat amat penyayang kepada wanita MU. Bukan wanita yang beraneka ragam, melainkan satu wanita yang amat menyayangimu begitu pula dirimu. Aku nyaman memiliki laki - laki sebaik dan sesempurna dirimu menyikapi keseharianku. Kamu mampu membuatku menjadi pemarah kemudian pendiam, aku gengsi jika mengucapkan aku "cemburu". Dikamus hidupku cemburu patut di perjuangkan dan negativ perlu di hindarkan, jadi aku mencemburui dengan bahasa kediaman sikap ku sendiri. Aku tak mau menyadarkanmu jika aku memiliki gejolak cinta berlebih, biar saja batin jiwamu yang menyadarkan hidupku.

     Kemanakah ... Engkau kemana ? Sifat yang memperdulikanku sudah tak ku rasakan lagi, ditengah sakitnya tubuhku dan mengigilnya udara terlanjur menusuk tulangku. Sudah tak ku dapat perhatian darimu.. Sayangg.. Apakah benar setiap hubungan ada endingnya ? Tapi apakah adil jika endingnya hanya tak diperdulikan lalu runtuh ? And this trip, Jika aku sudah tak berarti lagi dimatamu ku mohon saat ku sakit kamu jangan harus mengetahui. Biar saja aku dan tubuhku yang merasakan. Aku tak perlu perhatian dari seorang seperti mu. Daripada aku harus mengatakan di socmed lebih baik aku menguak di lamanku ini, apa bedanya yaaa? Ya setidaknya sayatan luka ini tak begitu terasa. Aku tak ingin sindir menyindir ketika aku sedang butuh perhatian. Itu sudah kewajiban mu memperdulikan seorang wanita.

   Ya beginilah jika telat makan sedikit saja, butuh sosok yang mengingatkan "jangan sampai telat makan ya sayang, aku gamau mag mu kambuh lagi lebih baik kangenmu yang terus kambuh". Memang aku sangat merindukan sosokmu yang amat CARE. Sayangnya tlah hilang dimakan sang rotasi bumi. Inginku merencanakan setiap lemahnya tubuhku, jadi aku tak perlu repot untuk mencari seseorang mengantarkan ku kedokter. Mengingatkan aku saat telat meminum obat. Yang ku tau saat ini adalah kamu sudah lupa bagaimana cara melakukan seorang wanita. Satu yang tak bisa ku lepas cara tatap matamu untuk sengaja menatap cara kehidupanku, kamu ingin masuk dihidupku. IYA !! Aku tak lagi terlena oleh perhatianMu dirimu begitu angkuh untuk mengakui bahwa aku butuh sosok yang hidup. Dan nyatanya kamu seperti patung...

   Yang hanya ku dapat kamu sudahlah tak menyapaku sehangat dulu. Sudah tak mengingatku lagi, sudah memiliki dunia yang lebih menarik.
Satu kamu menatapku
Dua kau ingin masuk kedalam pernafasan hidupku
Tiga setelah mulai menjalani berdua kamu semakin menarik
Empat kau mulai menyadarkanku bahwa dirimulah patut di perjuangkan dan aku mulai takut kehilangan Mu
Lima dirimu mulai menjauhi aku dan tak ada sapaan indah seperti satu sampai keempat itu.
Jadi...
Sudah bisa mendeksipsikan bahwa CINTA itu bisa memudar dengan sendirinya, dan bisa di simpulkan cinta yang datang dari batin kecil bisa bertahan seberat apapun cobaan itu.

goodnight~  

Nk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar