But ? God will give you the most beautiful gift, tidak semuanya aku mampu melupakanmu. Ya tunggu dulu jangan terlalu pede hidupmu aku bukan rindu padamu hanya saja aku hanya rindu pada kenangan kita dahulu. Mungkin dan mungkin penyakit ini menggrogotiku saat terjadi suatu malam yang dingin. Otakku semakin sesak memikirkan hal tentangmu. Aku berusaha mengatur pola fikirku yang kumau hanya membenci mu tidak untuk merindukan mu. Dan nyatanya ? Gagal !!!! Kenangan itu menghantam pola fikirku sangat keras. Sangat tebal buku kenangan tentang kita. Masih sangat terasa disini rasa sakit yang pernah kau injakkan luka baru padaku.
Mungkin aku wanita paling beruntung yang waktu itu bisa menikmati rasa sakit yang kau berikan padaku. Tak ada rasa jenuhnya kamu berani menginjakku dengan sebuah kesakitan, tak ada luka lamaku yang sembuh hanya saja luka baru semakin hari semakin dalam. Belum ada obatnya sampai hingga setahun nya kamu pergi bersama seseorang disana. Tak ada sentuhan manis yang kau tinggalkan, hanya saja sebuah kenyataan bahwa dirimu tidak akan menginjak pertemuan kita lagi, dan dirimu sangat jujur bahwa kamu tak akan menginjak sebuah hubungan denganku lagi.
Aku semakin sadar bahwa aku harus menemukan sebuah cara dimana aku bisa berdiri perlahan tanpa bantuan siapapun, dan nyatanya ? Aku menangis sendirian aku menggenggam tanganku dengan sebuah sapu tangan berwarna merah itu. Aku sadar bahwa dirimu tak terlalu menginginkan tentang realita diriku. Mungkin kali ini Tuhan sedang mengajarkan sebuah kesakitan yang seharusnya aku tidak melakukannya pada orang lain. Dan aku mulai muak setiap aku mendengar sebuah deringan telfon berbunyi aku berharap kamu yang akan menghubungi ku kembali namun hanya sebuah sahabat - sahabat ku yang mengajakku bermain lalu aku hanya bisa ? "lagi galau besok aja mainnya". aku menyakitinya....
Tanpa ku tahu rasa sakit ini menjadi merajalela seharusnya aku kembali marah padamu, tapi tidak ! Justru aku luapkan pada diriku sendiri, aku memarahi kesalahan teman - temanku aku mencari kesalahannya supaya emosiku kembali stabil. Aku mulai terkena gangguan otak bahwa aku tak bisa membedakan pembalasan cinta yang kasar seharusnya dengan siapa. 10 bulan berlalu aku bisa melupakan mu belum mampu melupakan kenangan kita. Aku terdiam dan kembali bertanya ..... sampai kapan perasaan ini menghantuiku padahal sangat jelas kamu mencabik hatiku...
Di tahun ini, ya aku tertawa dan tersenyum betapa bodohnya aku saat itu tidak bisa mengendalikan diri. Tak bisa bersikap dewasa aku hanya menangis dan menangis ala anak SMA.... hmmmm SMA aku merindukanmu... Shittt saat aku kembali moment itu aku masih merasa agak terluka mungkin aku belum sepenuhnya move on dari kesakitan ini. Saatnya aku menutup buku kusam yang seharusnya sudah sangat jauh terbawa arus waktu namun kembali aku tarik karna aku ingin mengenangnya dan kenangan itu tidak penting untuk di buka kembali. Hanya akan membuatku hancur dan ingin memelukmu kembali, cuma Tuhan kali ini sudah menggantikan hati yang baru padaku. Bahwa dirimu very suck :). Yaaaaa...
Aku melihat sebuah
Nk
Tidak ada komentar:
Posting Komentar