Senyumanmu kokoh dan tiada yang menandingi saat kau terjatuh. Kehidupanmu yang tak pernah semulus sutra selalu kau lembutkan dengan sabarnya hatimu. Keyakinanmu untuk membahagiakan diriku tak pernah luput, hanya satu tujuanmu akulah harus sempurna. Kau merasakan kejamnya dunia dan kau tak pernah merasakan hangatnya kasih sayang. Kau pahlawan yang tak pernah terkenal di kalangan dunia. Kau selalu menjalankan kesusahanmu sendiri tanpa menoleh keatas, kau selalu menatap kebawah disanalah rasa bersyukurmu selalu ada. Tanpa pernah kau merasa lelah saat menjalani pekerjaan yang menyusahkan tubuhmu. Kau tak kenal lelah yang kau kenali adalah membahagiakan seseorang. Kau tak pernah pandang musim apa saat ini dan nanti, yang terpenting adalah kau selalu meneduhkan jiwaku dari kesusahan dan kedukaan.
Mungkin namamu tak pernah terdengar di dunia. Dunia tak pernah tahu siapa dirimu dan apakah kau pahlawan? Dirimu memang tak terkenal di kalangan dunia tapi ku yakin dunia pasti memahami apa itu IBU:). Sosok dimana semua mata telah mengetahui perjuangan seorang Ibu. Lekukan mata yang ku pandang semakin berkerut akibat pekerjaan yang tidak ada waktu liburnya iya "membahagiakanku".
Kini aku belum memiliki secuil harta untuk menyicil sebuah menara kebahagiaan. Ibu hanya menungguku saat kelakku sukses Ibu hanya menunggu aku takkan mengalami goncangan hidup seperti Ibuku. Andai Ayahku tak sekasar itu mungkin Ibu hanya menimangku saja dirumah tanpa harus membanting tulang untuk membahagiakanku. Berapa banyak mulut yang sering menghinaku karna diriku menjadi dewasa tanpa seorang Ayah. Berapa banyak kata aku dianggap berantakan pada mereka yang selalu menyinyiri takdirku ?. Bukankah tuhan sudah memberikan porsi masing-masing kebahagiaan pada umatnya ?
Kini yang ku tahu hanya membahagiakan Nyonya besarku kelak, dia di belakang layar layaknya sutradara dan aku pemain yang menjalani kehidupan dan Ibu memelukku dalam doa setiap waktu. Ibu tak pernah melupakan diriku tapi apa diriku ? Sering beranggapan bahwa Ibu tak pernah membuatku bahagia. Padahal selama ini cukup Ibu yang kuat menjadi tempat teduhanku dan Kuatmu begitu indah mamah :") {}. Terimakasih tuhan sudah memberikan porsi pekerjaan Ibuku hingga bisa menyentuh kesuksesan
Selasa, 11 November 2014
Selasa, 15 April 2014
sudah tak terlena lagi
Yang ku tau kamu memiliki sifat kepedulian yang tinggi, yang ku tau kamu memiliki sifat amat penyayang kepada wanita MU. Bukan wanita yang beraneka ragam, melainkan satu wanita yang amat menyayangimu begitu pula dirimu. Aku nyaman memiliki laki - laki sebaik dan sesempurna dirimu menyikapi keseharianku. Kamu mampu membuatku menjadi pemarah kemudian pendiam, aku gengsi jika mengucapkan aku "cemburu". Dikamus hidupku cemburu patut di perjuangkan dan negativ perlu di hindarkan, jadi aku mencemburui dengan bahasa kediaman sikap ku sendiri. Aku tak mau menyadarkanmu jika aku memiliki gejolak cinta berlebih, biar saja batin jiwamu yang menyadarkan hidupku.
Kemanakah ... Engkau kemana ? Sifat yang memperdulikanku sudah tak ku rasakan lagi, ditengah sakitnya tubuhku dan mengigilnya udara terlanjur menusuk tulangku. Sudah tak ku dapat perhatian darimu.. Sayangg.. Apakah benar setiap hubungan ada endingnya ? Tapi apakah adil jika endingnya hanya tak diperdulikan lalu runtuh ? And this trip, Jika aku sudah tak berarti lagi dimatamu ku mohon saat ku sakit kamu jangan harus mengetahui. Biar saja aku dan tubuhku yang merasakan. Aku tak perlu perhatian dari seorang seperti mu. Daripada aku harus mengatakan di socmed lebih baik aku menguak di lamanku ini, apa bedanya yaaa? Ya setidaknya sayatan luka ini tak begitu terasa. Aku tak ingin sindir menyindir ketika aku sedang butuh perhatian. Itu sudah kewajiban mu memperdulikan seorang wanita.
Ya beginilah jika telat makan sedikit saja, butuh sosok yang mengingatkan "jangan sampai telat makan ya sayang, aku gamau mag mu kambuh lagi lebih baik kangenmu yang terus kambuh". Memang aku sangat merindukan sosokmu yang amat CARE. Sayangnya tlah hilang dimakan sang rotasi bumi. Inginku merencanakan setiap lemahnya tubuhku, jadi aku tak perlu repot untuk mencari seseorang mengantarkan ku kedokter. Mengingatkan aku saat telat meminum obat. Yang ku tau saat ini adalah kamu sudah lupa bagaimana cara melakukan seorang wanita. Satu yang tak bisa ku lepas cara tatap matamu untuk sengaja menatap cara kehidupanku, kamu ingin masuk dihidupku. IYA !! Aku tak lagi terlena oleh perhatianMu dirimu begitu angkuh untuk mengakui bahwa aku butuh sosok yang hidup. Dan nyatanya kamu seperti patung...
Yang hanya ku dapat kamu sudahlah tak menyapaku sehangat dulu. Sudah tak mengingatku lagi, sudah memiliki dunia yang lebih menarik.
Satu kamu menatapku
Satu kamu menatapku
Dua kau ingin masuk kedalam pernafasan hidupku
Tiga setelah mulai menjalani berdua kamu semakin menarik
Empat kau mulai menyadarkanku bahwa dirimulah patut di perjuangkan dan aku mulai takut kehilangan Mu
Lima dirimu mulai menjauhi aku dan tak ada sapaan indah seperti satu sampai keempat itu.
Jadi...
Sudah bisa mendeksipsikan bahwa CINTA itu bisa memudar dengan sendirinya, dan bisa di simpulkan cinta yang datang dari batin kecil bisa bertahan seberat apapun cobaan itu.
goodnight~
Nk
Nk
Langganan:
Postingan (Atom)