Kamis, 27 Maret 2014

Hard an Easy

Sulit . . .
Inilah yg terjelaskan dimana hati tak mampu lagi menjelaskan semuanya, dimana sebuah bibir tak mampu mengucapkan perkataan lagi. Dimana hati tak lagi mau tergores, dimana seseorang yg sudah tak memperdulikanku lagi. Dimana sebuah perasaan yg sudah terlanjur hambar, semua terjadi begitu cepat. Tak mampu lagi dijelaskan, aku kehabisan jawaban tapi km selalu memberikan aku rumus. Aku sulit menerjemahkannya.

Sanggupkah aku yg terlanjur terlena ini? Sanggupkah aku menjalani setiap detik tanpamu? Tanpa kabarmu, biasanya kita tiap tengah malam tertawa kecil saling melempar pesan singkat yg membuat suasana menjadi pagi lagi. Ya sederhana bukan? Kesederhanaan itulah yg membuat kenangan kita menjadi mahal harganya. Adakah penggantimu? Apa tuhan sudah menyiapkan?

Ini memang kenyataan, tapi bagiku ini semua hanya mimpi. Aku mengigau dalam buruknya mimpi aku sulit bangun dari kenyataan. Semua berakhir begitu cepat, lalu kamu? Pergi begitu cepat dan sangat cepat secepat kilat. Aku tersambar petirnya kenangan yg telah memendungi hati ini. Hatiku tak pernah musim kemarau hatiku selalu musim hujan.

Kenangan itu semakin nyata, tiap detik membanjiri otakku ini. Jika ada rental warnet yg bisa ngerefresh otak ini, sudah ku refresh sejak berpisah waktu malam itu. Malam dimana yg ku rindukan tiap malamnya, saat ini sudah tak ada lagi yg menemaniku saat tengah malam tiba. Tak ada lagi candaan, ejekan, perkataan yg membuatku tertawa lepas.

Akankah masa ini datang kembali ? aku hanya orang yg bodoh  mengharapkan kenangan dulu terulang kembali. Mana ada yg membuat pengulang waktu? Jika memang terjadi butuh berapa uang ke keluarkan untuk membeli alat itu? Hanya ada didoraemon saja itupun waktu yg kadang kala enak dilihat dan kadang kala tak ingin melihat sama sekali
.
Kenangan yg dahulu kita buat dipasir putih, aku datang kepantai itu sejenak aku perhatikan hempasan angin dan putihnya butiran pasir deburan ombak yg kencang membuat aku semakin teringat oleh semua itu. Aku terdiam…. Tes tes menetes air mata dipipiku ini, seakan aku ingin terbawa ombak disanalah terekam videoku bersama km. km dimana? Aku rindu masa kita, masa dimana kita lewati bersama. Akankah kita bertemu lagi? Kapan? Sudah aku terlalu banyak harapan !


Ini saja yg bisa ku lakukan, bukan berarti aku tak mau berjuang tapi dia telah memilikimu. Sepertinya kalian bahagia sekali. Sudah baiklah aku takkan pernah menganggu hubunganmu. Aku diam dalam perasaan ini, biarlah aku yg merasa sakit. Km tak perlu tau…….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar