Rabu, 04 Januari 2017

INDONESIA BERNADA


     Indonesia kini semakin kotor, semakin tinggi pendidikan itu terlihat semakin banyak tikus loncat dan salah masuk lubang. Seperti sengaja memasuki lubang yg terlanjur banyak kotoran makhluk hidup dibuang. Bagaimana tikus bisa dijadikan seperti manusia kotor? Manusia hanya parasnya tidaklah untuk jiwanya terlanjur mengotori Indonesia. Tanah air yg lagunya hanya alunan indah tapi kelakuan tikus di Indonesialah tak seperti alunan lagu itu. Mengapa hanya Tom&Jerry yg bersikap manis ? Dan banyak kerinduan jika tak tampil dilayar tv. Dan jika tikus Indonesia yg muncul sudah mulai celotehan masyarakat "ngambil duit yg mana lagi nih" Jerry terlihat imut dan lugu tapi tidak untuk tikus di Indonesia.
     Apa yg harus dihilangkan di Negara ini untuk otak seperti tikus sampah seperti itu ? Haruskah dipotong gajinya? Dibuat miskin 7 turunan ? Di bully sekeluarga setiap hendak keluar rumah ? Di begal oleh rakyat saat korupsi terjadi ? Di cabut nyawanya ditempat ? Tidak tidak biasanya yg mengambil hak orang lain nyawanya panjang untuk tinggal di dunia. Seperti rasis ya tulisan ini, tidak ada malu untuk korupsi dan jika tertangkap basah pun hanya senyum manis di kamera. Okeee saya perkenalkan ini mickey mouse dari Indonesia mohon perbanyak haters untuk kaum seperti ini.








     Indonesia ya Negara yg mempunyai banyak beribu pulau dan kalaupun untuk hidup seribu tahun pun tidak akan habis mencicipi Negeri ini. Sampai 3 kali hidup di dunia Indonesia tetap tatapan jiwa. Angklung yg hanya dari bambu bisa mendunia, bagaimana bisa orang petinggi kita sekolah di dunia luar saat kembali ke negaranya malah menjual warisan tuhan yg di titipkan di Indonesia ? Bagaimana kita bisa hidup jika tumpahan darah hanyalah angin lalu dan jantung yg tertusuk peluru hanya dijadikan cerita, bagaimana raga bisa sampai surga jika kita hanya bisa mengotori bangsa ini.
     Suku yg di ciptakan Tuhan untuk Indonesia begitu banyak pilihan warna, begitupun dengan warna kulit. Yaaaa Indonesia selalu bertengkar oleh kecantikan kulit jika warna kulit menjadi tak di inginkan. Cucuran darah terlempar di aspal hanya karna ejekan dari ras mana. Bagaimana bisa kucing Angora dan Persia dipelihara 1 rumah saat mereka berbeda ? Bagaimana bisa buaya dan ayam hidup rukun padahal takdirnya buaya harus memakan ayam. Itulah hanya karna berbeda suku di bunuh dan lebih hina lagi tempat ibadah di bakar dan di bom.
     Bagaimmana bisa mengaku sebagai penganut setia di agamanya tapi menghina agama lain ? Menertawakan gerakan ibadah orang lain ? Membunuh sesame agama ? Menistakan agama orang lain ? Mengatas namakan keturunan Rasullullah dan mengambil harta orang lain dan mengambalikannya dengan palsu ?
     Ya kita tahu, kita semua tahu Indonesia meributkan penistaan agama di akhir tahun ini dan penutupan tahun ini diakhiri meributkan agama yg telah di musnahkah. Iya umatnya marah termasuk aku yg muslim hanya bisa berdoa untuk beliau agar bisa berhati – hati dalam mengeluarkan racun. Dan yg pernah mengaku islam lalu membagikan uang setan, kenapa media tidak menyorot pelaku penipuan itu ? Kamu juga harus sama  hancurnya dengan orang yg terlanjur kau bodohi. Kenapa tidak di adilkan… ya Indonesia banyak masalah dipenghujung 2016 ini.
     Hutan semakin gundul, bencana banjir tidak terjadi di tempat biasanya tapi terjadi di tempat yg tak terduga, gempa bumi terjadi di tempat yg sama kembali, tanah longsor yg lelah diatas, gunung berapi yg bosan di dalam rumahnya, dan satu lagi kenapa engkau tak menghukum yg menyebabkan sidoardjo lengser ? apa itu disebut kejadian alammu ?  Ya allah, teguranmu begitu halus sampai uamtmu yg merasakan musibah tidak menyadari bahwa indoneia ini butuh kesetiaan butuk di lindungi butuh di cintai butuh di hargai … seperti lagu tanah airku ya lagu itu indah tidak indah untuk musibah di Indonesia ya allah…..
     Bagaimanapun kondisi Indonesia kita patut bersyukur, masih ada orang waras yg menghidupkan kembali nama Indonesia sekian waktu meredup dan bercahaya kembali. Allah selalu adil menciptakan bencana lalu malaikat yg hidup di Indonesia masih bisa di takdirkan membantu kejadian itu agar kembali bernada. Masih banyak Pemerintah waras yg membantu di negeri kita ini. Masih banyak penerus bangsa yg sedang bealjar di negeri orang dan saat kembali ke Indonesia ya nada yg indah akan semakin kuat kembali. Dan penerus Bangsamu ini sedang berjuan melawan kurikulumm yg tiap periode di rubah. Semoga tidak terjadi kembali pertumpahan darah, mengambil hak orang lain, dan masyarakat kita ini bisa di kendalikan ya di 2017 ini semoga bumi pertiwi ini menjadi bernada lagi dan semakin di rindukan oleh siapapun. 

 nmp

Jumat, 15 April 2016

buatlah seperti ganja



    Aku kebingungan bagaimana cara aku mewujudkan mimpiku, sementara aku tidak mengetahui apa itu mimpi ? Setiap waktunya mimpi itu selalu berubah, aku memaksakan apa yang terjadi di emosi itu. Aku tak mampu mengontrol mau jadi apa nantinya aku ini. Cemooh, setiap waktu semooh berlalu dan menghadang. Tak ada hinaan yang membuatku tertampar untuk berubah menjadi lebih baik, ya hanya mulut yang menyahuti omongan kotor yang merusakan hati ini. Seharusnya cemoohan itu ku rubah dalam lubuk hati kecil ini, menjadi aku harus membuktikan semua perkataan yang terlanjur merusak cemoohan ku. Lakukan lah maka aku hanya bisa membalas dengan doa...
   Aku, baru mampu menulis semua keresahan hati ini. Aku yang belum mampu membuktikan dengan siapa nantinya aku bersanding. Bukan, bukan aku yang sedang membicarakan jodohku nanti, tapi hanya bergurau bagaimana aku mewujudkan siapanya diri ku nanti. Entahlah aku selalu terpancing emosi saat cemoohan datang. Ingin ku jadikan lagu, tapi akan menjadi bahan tawaan yang hebat jika ku tulis disana. Ingin ku tulis di sebuah kertas lalu ku hanyutkan bersama air biru itu tapi terlalu indah warna laut jika ku taruh tulisan keresahanku ini. Jika hanya ku pendam dan terfikir sendirian, ya awan mendung sementara yang berperan disana.
    Terlalu berani aku melawan suara cemoohan itu, padahal belum ada satu pun hal yang membuat mereka ingin menutup mulut jika aku berhasil. Boro – boro ingin berhasil, mengecilkan suara saat menghinaku saja belum terlaksana. Ingin ku ludahi mereka dengan hasil emosi ku ini, iya emosi yang membuat mereka merasa terkejut bahwa aku mampu melayang sedangkan mereka masih menggunakan otak mereka untuk mencemooh aku kembali. Bagaimana mempercayai diri ku sendiri jika emosi ini tak kunjung reda. Hal yang membuatku malas beranjak bahwa matahari tak pernah lelah menyinari mimpiku. Ingin ku bertemu seseorang yang mampu menghinaku hingga aku tak kunjung berhenti untuk berusaha. Seperti biasa saja aku menemukan orang – orang yang menghinaku saja.
   Dan sampai saat ini belum ada hal yang membuat diriku merasa senang, aku masih berleha – leha dalam mimpi. Mimpi yang seharusnya menjadi nyata kini hanya sebuah halusinasi semata. Sebentar... aku belum menjelaskan bagaimana usahaku untuk terjatuh lalu bangkit dengan tangisan yang sangat sulit untuk di dengar yang sangat lelah untuk menghadapi mentari esok. Bagiku, matahari hanya hiasan sementara yang menerangi saat seseorang sedang tidak membutuhkan chaya karna sudah sampai di titik kebahagiannya jadi matahari sudah tak perlu lagi ada di hidupnya. Dan ada orang lain merasa hidupnya gelap padahal matahari tepat menemani harinya dengan ceria namun ia belum sampai di titik kebahagiaanya maka matahari tetap gelap di matanya.  Iya itu aku.
   Mungkin jika orang lain membaca tulisanku akan merasa hidupku terlalu sia – sia jika hanya mengeluh. Percayalah mengeluh pada tulisan membuat dirimu merasa di dengar, walaupun yang membaca dirimu sendiri. Sudah berkali – kali aku gagal dan sudah di umur saat ini kegagalan terlalu lama. Seharusnya kegagalan itu terjadi sebelum 17 tahun. Umur macam apa ini, aku belum menghasilkan suata hal yang bisa membuatku melayang. Iya, mimpi ku pendek makanya aku butuk highheels untuk menunjang penampilan mimpiku. Tapi apalah mimpi ini hanya semu, kejadian yang tak  kunjung nyata. Ya mengeluh kembali. Iya aku akan berhenti tentang keluhan ini. Dan aku tak tahu kapan keluhan ini menjadi sebuah senyuman dan mimpi menjadikan aku melayang.
   Aku hanya ingin mewujudkan suatu mimpi ku, mimpi yang orang lain akan terus tertawa dan aku hanya membalas tawa juga. Ya kadang mu marah kadang ku tertawa, namun yang paling keras adalah emosi lalu ku lontarkan dengan tawaan. Terimakasih orang – orang yang membuatku terluka dan ku ikhlaskan bibir ini tertawa padahal ku sangat jatuh sakit. Mungkin nantinya kalian yang menghina mimpi ku akan jatuh hati tentang aku mampu melayang. Ya mimpi yang membuatku bahagia sampai merasa melayang, seperti merasakan sensai ganja untuk merasa melayang dengan sungguhan. Karna orang lain hanya ingin mendengar dan melihat kita sudah mencapai puncak kesempurnaan daripada mendengar apa itu perjuangan kesusahan kita. Kecuali orang yang selalu mencintai mu dengan se- kurangnya sempurna mu itu.